FREYSSIBAR – PROYEK JEMBATAN TUMBANG SAMBA

Pemilik Proyek: KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT, SATUAN KERJA PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH II PROVINSI KALTENG

Kontraktor: PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk

Lokasi Proyek: Katingan Tengah, Kalimantan Tengah

Lingkup Pekerjaan: Supply Freysibar Diameter 40 + Aksesoris


Foto: Okezone.com/Dok. PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan Tumbang Samba yang menghubungkan Desa Telok dan Desa Samba Danum, di Kecamatan Katingan Tengah, Provinsi Kalimantan Tengah.

Jembatan Tumbang Samba akan menjadi jembatan terpanjang di Lintas Tengah Kalimantan. Jembatan ini diharapkan meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam pengerjaan konstruksi jembatan ini, Freyssinet menyuplai material dengan Steel Grade 835/1030 (Fy = 835 Mpa; Fu = 1030 Mpa), dengan detail sebagai berikut:

– 32 batang Freyssibar B40 dia. 40 – (L = 3,5 M),

– 64 unit N40 Freyssibar Flat Nut,

– 64 unit W40 Freyssibar Washer

Dikembangkan oleh Freyssinet, sistem Freyssibar terdiri dari bar berulir dan perangkat anchoring, coupling, dan extension yang terkait. Sistem prestressing ini disesuaikan dengan banyak aplikasi, seperti ilustrasi dibawah:

Rentang standar diameter pada bar adalah: 26.5; 32; 36; 40 dan 50 mm. Bar dengan diameter non-standar dapat dikirimkan berdasarkan permintaan.

Proses fabrikasi menghasilkan kualitas tinggi dengan ketahanan fatigue yang tinggi dan rendah terhadap korosi.

Berikut ini overview deskripsi dari sistem Freyssibar:

Properties dari Freyssibar:

  • Fatigue: Sistem ini memiliki ketahanan fatigue lebih dari dua juta siklus pembebanan pada rentang tensile stress 590-670 N / mm2, melebihi persyaratan ETAG 013.
  • Relaxation: Setelah 1000 jam kehilangan tegangan akibat relaxation dalam sistem Freyssibar pada pembebanan 70% Fpk nilainya di bawah 3%, ini lebih baik dari maksimum 4% yang ditetapkan dalam EN 10138-4.
  • Kekuatan Anchorage: Sistem Freyssibar diuji untuk memastikan bahwa beban kegagalan pada bar dengan coupler dan anchorage lebih dari 95% dari kekuatan bar.
  • Perlindungan terhadap korosi: Uji korosi dilakukan berdasarkan EN 10138. Bar di-stress dalam keadaan korosi selama 500 jam dan lulus uji tarik hingga failure. Freyssibar tidak rentan terhadap korosi, perlindungan korosi tertentu dapat diterapkan berdasarkan permintaan. Sistem perlindungan korosi dipilih sesuai dengan desain life time yang diharapkan dan kondisi lingkungan.